16 Juni 2011

Dasar Pikir Kelahiran Co-opreneurs Community (CEC) - Part 2

KEKUATAN MANUSIA DALAM DUNIA POLITIK : SELANGKAH LEBIH MAJU

Coba sedikit kita lirik ranah lain, yaitu ranah politik. KEKUATAN MANUSIA begitu memiliki nilai penting dalam wilayah politik, hal ini terterjemahkan dengan ramainya negara-negara di dunia melandaskan idiologi negaranya dengan faham DEMOKRASI.

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut yang kemudian diterjemakan dalam pembagian kekuasaan politik dengan prinsip trias politica (eksekutif, yudikatif dan legislatif).

Jadi MANUSIA sebagai warganegara memiliki kedaulatan penuh atas negara tersebut, artinya KEKUATAN MANUSIA sebagai pengendali kekuatan kekuasaan, pada intinya, yang banyaklah yang menang dan yang banyak dianggap sebagai suatu kebenaran.

Masih ingatkah kita kejadian revolusi Prancis yang terjadi pada 1789 – 1799, dimana KEKUATAN MANUSIA yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte yang melakukan kudeta telah menjatuhkan dan meruntuhkan monarki absolut dan memaksa Gereja Katolik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal.

Revolusi ini dengan jelas mengakhiri ancien régime (bahasa Indonesia: Rezim Lama; merujuk kepada kekuasaan dinasti seperti Valois dan Bourbon) dan menjadi lebih penting daripada revolusi-revolusi berikutnya yang terjadi di Perancis.

Penyebab terjadinya revolusi ini diantaranya adalah kemarahan MANUSIA Prancis terhadap absolutisme kerajaan, dimana pucuk kekuasaan dikendalikan oleh keluarga kerajaan secara turun temurun yang menciptakan sistem seigneurialisme atau adanya hak-hak istimewa kaum bangsawan dan dominasi dalam kehidupan publik atas kelas profesional. 

MANUSIA : KEKUATAN EKONOMI BARU

Nah, dari gambaran di atas harus kita akui bahwa KEKUATAN MANUSIA telah lama menjadi wacana politik dan era ini telah menjadikannya semakin subur. Bagaimana secara EKONOMI/ BISNIS? Ternyata masih sangat jauh ketinggalan, kekuatan modal yang terwakili oleh pemilik modal besar yang notabene dari kelompok minimoritas masih sangat kuat dan manusia dalam kelompok mayoritas masih dalam posisi objek.

Selama ini manusia diukur dari aspek kekuatan ekonomi salah satu dan yang utama adalah dari aspek daya beli (konsumtif), maka tidak heran jika tingkat keberhasilan ekonomi suatu negara sangat bergantung dari nilai PDB sehingga semakin tinggi PDB suatu negara maka semkin tinggi juga tingkat konsumtifnya.

Penilaian ini menunjukkan bahwa manusia dalam posisi PELANGGAN. Adakah yang didapatkan manusia dari posisinya sebagai pelanggan selain produk?

Kemudian pertanyaannya, bagaimana pemanfaatan KEKUATAN MANUSIA untuk membentuk kekuatan ekonomi/bisnis? Baik, harus kita sepakati bahwa manusia merupakan satu-satunya penggerak ekonomi/ bisnis, baik dia sebagai PEMILIK, PENGELOLA, maupun PELANGGAN.

KEKUATA MANUSIA sebagai KEKUATAN EKONOMI mutlak terjadi, karena manusia memiliki KEPENTINGAN EKONOMI yang sama sehingga tercipta POTENSI EKONOMI. Apabila setiap potensi ini dipadukan maka akan menjadi KEKUATAN EKONOMI BARU di ERA BARU. 

KEKUATAN EKONOMI BARU : ENTERPRISE BERBASIS KOMUNITAS

Dalam mewujudkan kekuatan manusia sebagai kekuatan ekonomi, maka ada 3 faktor utama yang harus dimiliki, yaitu pemanfaatan sarana dan infrastruktur informasi dan teknologi (Networking Power), memiliki sumber modal yang tak terbatas (capital power), dan sistem kerjasama dalam interaksi ekonomi/bisnis (co-operation system).

Jika ketiga hal ini dipenuhi maka bukan hal yang mustahil KEKUATAN MANUSIA sebagai manifestasi atas KEKUATAN EKONOMI BERSAMA dapat terwujud dengan mudah. Muara dari ketiga sistem kekuatan ini adalah terciptanya bentukan wadah bisnis (enterprises) yang berbasis MANUSIA-MANUSIA yang selanjutnya diterjemahkan menjadi KEKUATAN MANUSIA adalah KEKUATAN KOMUNITAS (community power). 

CO-OPRENEURS COMMUNITY : GERBANG MENUJU KEKUATAN EKONOMI BARU

Saat ini merupakan MOMENTUM yang sangat tepat untuk mewujudkan KEKUATAN KOMUNITAS dalam rangka membangun kekuatan ekonomi (community based enterprises).

Melalui komunitas ini, kami telah membentuk dan meyusun kekuatan yang disebut CO-OPRENEURS TRIUNE POWER SYSTEM dan CO-OPRENEURS DRIVING POWER SYSTEM.

Kekuatan pertama merupakan kekuatan teoritis yang terbangun dari kekuatan networking, capital dan co-operative. Dan kekuatan kedua merupakan kekuatan daya gerak untuk maksimalisasi tujuan dan pencapaian sistem kekuatan pertama.

Networking Building merupakan hal yang mutlak untuk dilakukan dalam mewujudkan kekuatan ekonimi berbasis rakyat (community based), Indonesia dengan budaya “gotong royong” yang dilandasi prinsip dan nilai kekeluargaan (brotherhood) merupakan perwujudan atas terbangunnya sistem jejaring (komunitas) yang sangat efektif.

Namun, jejaring atau komunitas ke-Indonesia-an ini masih minim termanfaatkan untuk tujuan pemanfaatan ekonomi padahal sesungguhnya sangat sarat akan nilai-nilai ekonomis di dalamnya.

Kekuatan kapital tidak bisa dipungkiri keutamaannya jika kita akan membangun kekuatan ekonomi, namun saat kita telah memiliki kekuatan komunitas (jejaring) maka kapital kita pun bisa peroleh melalui sistem kolektifitas. Nominal yang kecil bisa tak terhingga jika itu berasal dari komunitas yang besar dan banyak.

Kekuatan kerjasama (co-operative) adalah implementasi sistem ekonomi berbasis komunitas (rakyat) yang didasarkan atas nilai-nilai etis; kejujuran, tanggungjawab sosial, kepedulian terhadap sesama, serta nilai kolektifitas; menolong diri sendiri, tanggungjawab sendiri, demokratis, persamaan, keadilan dan kesetiakawanan.

Ketiga sistem kekuatan yang kita padukan ini (triune power system) diharapkan akan mampu menjawab segala tantangan yang selama ini dihadapi dalam kehidupan berbangsa yang pada akhirnya akan menghantarkan bangsa Indonesia kepada tujuan para pendiri negara ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More